PenampangKawat Yang Dilalu Dengan Arus Bagaimana Memilih Bagian Ukuran Kabel Listrik Sesuai Beban Arus Yang Dilewati Purba Kuncara Itulah yang admin bisa dapat mengenai tabel ukuran kabel dan arus listrik.
NYMGajah Listrik Com. Cara Menentukan Penampang Dan Panjang Kabel Listrik Yang. Instalasi Listrik Artikel Kabel Listrik Dan Kuat Hantar Arus. Knowledge For Excellent Kabel Listrik Dan KHA. Ukuran Kabel Listrik Sesuai Arus Yang Dilewati Purba Kuncara. Kha Kabel Twisted JYTOP® Cable Manufacturers‎ And. Tabel Daya PLN Scribd.
Sepertiyang kita ketahui bersama bahwa fungsi sebuah kabel listrik adalah untuk menghantarkan arus listrik dari sumber listrik menuju beban daya suatu alat listrik. Yang dimaksud dengan ukuran kabel lisrik adalah luas penampang kabel. Sehingga setiap ukuran kabel listrik akan menggunakan satuan mm 2 . Mengapa menggunakan ukuran kabel yang tepat sangat penting ? karena kesalahan dalam penentuan ukuran kabel dapat menyebabkan resiko yang fatal.
RumusUntuk Menghitung Kebutuhan Luas Penampang Kabel Satu Fasa: I = P / (E x Cos Phi) Sebelum menentukan luas penampang kabel, perlu di hitung KHA-nya lebih dahulu, KHA adalah Kemampuan Hantar Arus. Rumus KHA berdasarkan PUIL = 125% x I nominal Contoh pernyataan: Suatu instalasi listrik rumah tangga atau industri memiliki kapasitas 900Watt, cos phi sebesar 0,8, tegangan yang dipakai adalah 220Volt.
Kemudianmengambil tabel perhitungan kabel penampang, dan pilih ukuran yang sesuai. Untuk kawat tembaga akan S = 1,5 mm 2. Rumus untuk menghitung bagian kabel: S = 2ρl / R. Melalui adalah mungkin untuk menentukan tahanan listrik dari kabel: R = 2 ∙ 0,0175 ∙ 20 / 1,5 = 0,46 ohm. Hasil perhitungan kurang dari 5%, maka kerugian akan diterima.
Berikuttabel untuk menghitung Kemampuan Hantar Arus (KHA)/Ampere dan ukuran penampang kabel, *) Sebagai contoh perhitungan ukuran kabel listrik 1 phase yang memiliki besaran daya listrik 100 ampere, maka dapat menggunakan kabel listrik dengan daya hantar arus lebih besar sekitar 125% dari 100 ampere. 125% x Arus Max. 125% x 100 Ampere = 125 Ampere
mcbkabel dan beban daya listrik di rumah halaman 2, cara pemilihan kabel listrik yang sesuai kebutuhan, cara praktis teori rumus perhitungan listrik ngabidin, rumus dasar elektro berbagi ilmu, ipa 9 ktsp bab 9 arus listrik energi dan daya listrik, penggunaan pengaman listrik untuk arus lebih teknik, menghitung luas penampang kabel 4 / 5
Isolatormerupakan bahan yang tak atau sukar untuk menghantarkan arus listrik, dalam kabel ini termasuk isolatornya ialah pembungkus kabel yang fungsinya sebagai pelindung ( agar tak dapat mencederai manusia), bagian ini sangat aman untuk dipegang. Bahan isolator kabel itu terbuat dari bahan karet ataupun plastik (thermoplastik atau thermosetting). Semakin bagus tingkat isolator sebuah kabel, semakin bagus juga kualitas dari kabel itu.
J= Kerapatan arus (A/mm 2) I = Arus Listrik (A) A= Luas penampang (mm 2) Contoh soal : 1. Suatu kawat penghantar berukuran 1,5mm 2, jika dialiri arus listrik sebesar 2A. Maka berapakah nilai : a. Kerapatan arus b. Luas penampang dan kerapatan arus jika diameter kawat 0,7 mm a. Kerapatan arus Diketahaui : I = 2 A A = 1,5 mm 2 Ditanya : J = ? Jawab :
Caramembaca atau mengartikan kode : S = luas penampang penghantar fase instalasi dalam ( mm2 ) Rumus kha berdasarkan puil = 125% x i nominal. Tentukan besarnya kapasitas hantar arus (kha) dan luas penampang kabel nya yang tepat untuk dipasang. Tapi apa sudah cukup hanya dengan sni, lmk, dan spln, bahwa.
Kemudiancari pada tabel diatas kemampuan kabel yang mampu mengantarkan arus sebesar 6,39 Ampere. tapi anda juga bisa browsing dengan pencarian " tabel kemampuan penampang kabel ". Luas Penampang Kabel Tiga Fasa Rumus Untuk Menghitung Kebutuhan Luas Penampang Kabel Tiga Fasa : I = P / (√3 x E x Cos Phi) Dimana: I = Arus beban listrik dalam satuan Ampere. P = Beban yang dibutuhkan dalam Watt. E = Tegangan antar fasa dalam Volt. Cos Phi = Faktor Daya. Contoh pernyataan:
Konduktoradalah media untuk tempat mengalirkan arus listrik dari Pembangkit ke Gardu induk atau dari GI ke GI lainnya, yang terentang lewat tower-tower. Penampang dan jumlah konduktor disesuaikan dengan kapasitas daya yang akan disalurkan, sedangkan jarak antar kawat fasa maupun kawat berkas disesuaikan dengan tegangan operasinya
Teganganlistrik yang digunakan sebesar 220 V. Tentukan besarnya kapasitas hantar arus (KHA) dan luas penampang kabel NYA yang tepat untuk dipasang. Jawaban : Diketahui : P = 3500 watt. V = 220 V. Cos Phi = 0,85. Ditanyakan : KHA dan luas penampang kabel : ? Penyelesaian . I = P / (V x Cos Phi) = 3500 / (220 x 0,85) = 18,716 A. KHA = 125 % x I = 125 % x 18,716
Ukuranpenampang kabel listrik NYY yang sering digunakan untuk penangkal listrik adalah 50 mm, 70 mm, 90 mm, serta 120 mm. Ukuran penampang paling populer yang biasa digunakan adalah yang berukuran 50 mm dan 70 mm. Nilai 50 mm sendiri adalah nilai terkecil atau nilai minimal yang masih boleh digunakan untuk instalasi penangkal petir sebagai kabel penghantar penurunan.
Sebagaiorang listrik yang berhubungan dengan pengkabelan, setidaknya kita perlu tahu berapa kapasitas arus dari suatu penampang kabel tertentu.Sehingga bisa dengan mudah menentukan ukuran kabel yang sesuai. Terlalu kecil berbahaya, bisa kabel panas atau yang lebih parah sampai terbakar. Kalau terlalu besar juga sayang, kabel kan mahal, belum
echbzJE. Sebagaimana yang sudah dijelaskan di artikel Pengetahuan dasar Arus Listrik , tentang definisi Arus Listrik dan Muatan Listrik, berikut akan kita teruskan teori-teori menyangkut Arus Lisrik antara Lain Kuat Arus, Muatan Listrik, Rapat Arus dan Kemampuan Hantar. Kuat Arus Listrik Yang dimaksud dengan Kuat Arus adalah arus yang tergantung pada jumlah elektron bebas yang pindah melewati suatu penampang kawat dalam satuan waktu. Satuan Kuat Arus adalah Ampere, definisi Ampere “ satuan kuat arus listrik yang dapat memisahkan 1,118 milligram perak dari nitrat perak murni dalam satu detik”. Rumus menghitung banyaknya muatan listrik, kuat arus dan waktu sebagai berikut Q = I x t I = Q/t t = Q/I Dimana Q = Banyaknya muatan listrik dalam satuan coulomb I = Kuat Arus dalam satuan Amper. t = waktu dalam satuan detik. Muatan Listrik Muatan listrik memiliki muatan positip dan muatan negatif. Muatan positip dibawa oleh proton, dan muatan negatif dibawa oleh elektron. Satuan muatan ”coulomb C”, muatan proton +1,6 x 10^-19C, sedangkan muatan elektron -1,6x 10^-19C. Muatan yang bertanda sama saling tolak menolak, muatan bertanda berbeda saling tarik menarik. Rapat Arus Difinisi “rapat arus ialah besarnya arus listrik tiap-tiap mm² luas penampang kawat”. Arus listrik mengalir dalam kawat penghantar secara merata menurut luas penampangnya. Arus listrik 12 A mengalir dalam kawat berpenampang 4mm², maka kerapatan arusnya 3A/mm² 12A/4 mm², ketika penampang penghantar mengecil 1,5mm², maka kerapatan arusnya menjadi 8A/mm² 12A/1,5 mm². Kerapatan arus berpengaruh pada kenaikan temperatur. Suhu penghantar dipertahankan sekitar 300°C, dimana kemampuan hantar arus kabel sudah ditetapkan dalam tabel Kemampuan Hantar Arus KHA. Simulasi, Kerapatan Arus dalam satu penghantar beda penampang Kemampuan Hantar Arus KHA Contoh kabel berpenampang 4 mm², 2 inti kabel memiliki KHA 30A, memiliki kerapatan arus 8,5A/mm². Kerapatan arus berbanding terbalik dengan penampang penghantar, semakin besar penampang penghantar kerapatan arusnya mengecil dan sebaliknya. Tabel Hubungan Kuat Hantar Arus dengan Penampang Penghantar Rumus-rumus dibawah ini untuk menghitung besarnya rapat arus, kuat arus dan penampang kawat J = I/A I = J x A A = I/J Dimana J = Rapat arus [ A/mm²] I = Kuat arus [ Amp]
Bagaimana cara menentukan luas penampang kabel instalasi listrik untuk konsumsi listrik dirumah atau dipabrik anda? Untuk praktisi listrik pemula, pertanyaan ini akan kerap muncul ketika anda melakukan instalasi baru. Saya sendiri untuk kasus seperti ini biasanya cukup dengan katalog kapasitas hantar arus KHA kabel yang dipakai disesuaikan dengan perhitungan konsumsi listrik maksimum pada instalasi tersebut. KHA kabel harus diatas ampere listrik maksimum dari instalasi tersebut. Ternyata apa yang saya lakukan dalam penentuan luas penampang kabel tidaklah sesederhana itu meskipun tidak full salah 100 persen ya. Ada banyak faktor yang mempengaruhi penentuan luas penampang dari kabel atau penghantar instalasi diantaranya adalah tegangan kerja, jenis beban listrik, jenis isolasi penghantar, penempatan penghantar dan suhu ambien tempat penghantar tersebut terinstalasi. Mari kita bahas berdasakan standar listrik terupdate Indonesia saat tulisan ini dibuat yakni SNI PUIL 2011 yang pada dasarnya merujuk pula pada standar listrik internasional yang ada. Pembahasan saya batasi untuk nilai KHA pada tegangan kerja 230/400 300V sampai dengan max. Untuk tegangan kerja diluar range tersebut pada PUIL 2011 tidak tercantum, silahkan anda berkonsultasi dengan pihak produsen kabel, biasanya pada katalog kabel sudah dicantumkan. Tabel KHA Kapasitas Hantar Arus kabel / penghantar Hal penting yang harus anda kuasai dalam penentuan luas penampang kabel adalah memahami pembacaan tabel KHA terus menerus yang terdapat pada PUIL 2011. Disini saya akan membatasi jenis kabel yang paling umum sering digunakan dalam instalasi tegangan rendah yaitu NYA kabel tembaga pejal berinti tunggal, kabel NYM kabel tembaga pejal berinti 3 atau lebih dan kabel NYY mewakili kabel yang sering digunakan untuk instalasi outdoor atau instalasi daya motor listrik. Simpanlah tabel dibawah ini sebagai panduan untuk anda agar tidak salah menentukan luas penampang kabel dalam perencanaan instalasi. Tabel saya ambil dari sumber SNI yang berlaku saat ini yaitu PUIL 2011 amandemen 1 tahun 2013 a. KHA Kabel NYA dan sejenisnya Tabel KHA kabel NYA dan sejenisnya b. KHA Kabel NYM dan sejenisnya Tabel KHA kabel NYM dan sejenisnya c. KHA Kabel NYY dan sejenisnya Tabel KHA kabel NYY dan sejenisnya Dari 3 tabel diatas saya akan memberikan contoh sederhana bagaimana cara membaca tabel KHA Kasus Sebagai seorang praktisi listrik anda sudah mulai merencanakan suatu instalasi dimana perhitungan beban listrik yang anda laksanakan ternyata ada pada angka 20 Ampere. Pemilihan kabel instalasi sudah anda tentukan yaitu kabel jenis NYM. Berapakah luas penampang kabel NYM yang akan anda pilih?Penyelesaian Lihat kembali pada tabel KHA kabel NYM diatas apakah ada angka KHA 20 Ampere? Jika tidak ada bulatkan angka 20 Ampere ini ke nilai KHA diatasnya jangan pembulatan ke angka dibawahnya, sangat beresiko. Berarti anda akan membulatkan nilai 20 Ampere ini ke nilai KHA 26 Ampere. Lihat pada tabel KHA kabel NYM kembali, pasangkan nilai KHA terus menerus 26 Ampere dengan luas penampang kabel pada kolom sebelah kirinya. Dari tabel KHA kabel NYM tersebut, maka untuk nilai KHA terus menerus 26 Ampere anda akan mendapatkan nilai luas penampang kabel yaitu 2,5 mm^2. Untuk penentuan KHA pengenal gawai proteksi serta hubungan KHA pengenal gawai proteksi terhadap KHA kabel serta nilai arus maksimum beban mudah-mudahan bisa saya ulas pada artikel selanjutnya. Saat ini anda cukup fokus pada cara penentuan luas penampang kabelnya saja agar didapatkan luas penampang kabel yang aman terhadap instalasi yang ada. Pada dasarnya persoalan kasus diatas sudah selesai seperti pada penyelesaian yang telah diuraikan diatas. Tetapi sebagai seorang perencana dan pelaksana instalasi listrik, anda boleh berimprovisasi dalam penentuan besaran luas penampang kabel yang berbeda selama tidak keluar dari koridor panduan tabel diatas. Sebagai contoh, karena anda memandang instalasi yang anda rancang kedepannya akan ada pertumbuhan beban yang banyak serta jarak kabel instalasi yang panjang, maka anda menentukan perhitungan KHA kabel dengan besaran persentase tertentu misalnya 125%. Sehingga dari arus beban yang anda hitung 20 Ampere maka KHA terus menerus anda kalikan dulu nilai 20 Ampere dengan 125% sehingga didapatkan KHA terus menerus yaitu 25 Ampere. Kalau anda merujuk pada tabel KHA kabel NYM diatas, nilai 25 Ampere bisa dibulatkan ke nilai 26 Ampere sehingga luas penampang kabel NYM yang diharapkan tetap pada nilai 2,5 mm^2. Sebagai catatan, nilai 125% ini pada sebuah instalasi cahaya / penerangan sebetulnya tidak ada acuan khusus, hanya improvisasi dan pertimbangan seorang perencana instalasi saja, jika anda mau menggunakan angka 130% misalnya, silahkan saja selama dapat dipertanggung jawabkan. Tetapi, untuk instalasi motor listrik, nilai 125% dalam penentuan nilai KHA terus menerus kabel adalah suatu standar khusus yang harus dipatuhi. lihat poin pada PUIL 2011 halaman 51 yang berbunyi "KHA kabel Iz sesuai adalah 125 % arus pengenal beban penuh motor IB.Menurut persamaan pada Ayat maka arus pengenal GPHP harus ≤ Iz,biasanya nilainya diantara IB dan Iz" Untuk instalasi motor secara khusus semoga bisa saya bahas pada artikel berikutnya. Cara berikutnya dalam menentukan luas penampang kabel ini selain instalasi motor listrik selain faktor kali dengan persentase tertentu adalah adalah dengan menaikan nilai luas penampang kabel atau KHA terus menerus kabel pada nilai satu tingkat diatasnya. Pada aplikasi dilapangan, saya banyak menemukan teknik seperti ini. Sebagai contoh, pada kasus diatas anda sudah menentukan nilai luas penampang kabel untuk perhitungan beban maksimum 20 Ampere adalah 2,5 mm^2. Dengan cara ini, maka penentuan luas penampang kabel tidak lagi diangka 2,5 mm^2 tetapi anda naikan satu tingkat diatasnya yaitu 4 mm^2 lihat kembali tabel KHA NYM diatas. Dengan begitu anda memiliki spare KHA terus menerus dengan total KHA di angka 34 Ampere, spare yang cukup luas untuk pengembangan instalasi kedepan tanpa mengganti kabel instalasi yang ada. Silahkan anda pilih teknik sesuai dengan kebutuhan anda. Untuk penentuan luas penampang kabel jenis yang lain bisa anda lakukan dengan cara yang sama seperti kasus yang dicontohkan diatas dengan tabel KHA yang sesuai dengan jenis kabel instalasi yang dipakai. Tabel faktor koreksi KHA Penentuan luas penampang kabel berdasarkan tabel KHA diatas adalah pada kondisi ideal yaitu pada suhu ambien atau suhu sekitar penghantar pada nilai 30 deg C. Untuk kondisi suhu yang panas diatas 30 deg C, anda harus memasukan nilai faktor koreksi dalam penentuan KHA terus menerus kabel. Semakin panas suhu lingkungan sekitar kabel, maka semakin tinggi nilai penurunan KHA sebuah kabel atau penghantar. Berikut ini adalah tabel faktor koreksi yang bisa anda jadikan panduan yang bersumber dari PUIL 2011 amandemen 1 tahun 2013. Tabel faktor koreksi KHA kabel Untuk kabel NYA, NYM ataupun NYY merupakan kabel berinsulasi PVC, anda bisa lihat tabel diatas pada kolom ke 3. Contoh kasus Kasus yang sama seperti persoalan sebelumnya diatas yaitu penentuan luas penampang kabel pada beban maksimum 20 Ampere menggunakan kabel NYM, tetapi lingkungan instalasi berada pada suhu ambien 40 deg C. Penyelesaian Anda harus mulai menghitung KHA dengan memperhatikan tabel faktor koreksi diatas. Untuk KHA terus menerus 20 Ampere pada kondisi normal yaitu suhu ambien 30 deg C, maka didapatkan luas penampang 2,5 mm^2. Maka pada suhu ambien 40 deg C nilai KHA menerus pada tabel dikalikan faktor koreksi terlebih dahulu yaitu 87% lihat tabel koreksi diatas pada 35 deg C < t <=40 deg C didapatkan faktor koreksi pada kolom bahan insulasi PVC 87%. Maka, nilai KHA 26 Ampere pada tabel KHA kabel NYM, pada suhu 40 deg C akan mengalami penurunan menjadi 87% x 26 A = 22,62 A. Karena beban maksimun perhitungan sebelumnya adalah 20 Ampere maka pada suhu 40 deg C luas penampang 2,5 mm^2 masih layak digunakan dengan kemampuan KHA terus menerus sebesar 22,62 Ampere. Andai saja perhitungan beban maksimum anda sebelumnya ada pada nilai 24 Ampere misalnya, maka pada suhu 40 deg C anda harus menggunakan kabel NYM dengan luas penampang satu tingkat diatas suhu ambien 30 deg C yaitu 4 mm^2. Untuk improvisasi nilai luas penampang kabel NYM pada suhu 40 deg C ini caranya hampir sama dengan contoh sebelumnya, hanya saja nilai KHA kabel terus menerus pada tabel anda turunkan menjadi 87% dari nilai sebenarnya terlebih dahulu. Demikianlah artikel singkat tentang sekilas penentuan luas penampang kabel instalasi listrik sesuai PUIL 2011, semoga menjadi petunjuk yang bermanfaat bagi anda, saran, koreksi dan masukan silahkan meninggalkan jejak pada kolom komentar yang sudah disediakan. Wassalam.. Pustaka - SNI 02252011 PUIL 2011 - SNI 02252011/Amd 12013
Pengertian Penampang Kabel dan Arus Listrik Penampang kabel dan arus listrik adalah konsep penting dalam dunia listrik. Penampang kabel mengacu pada ukuran luas dari kawat tembaga atau aluminium yang digunakan untuk menghantar listrik. Sementara itu, arus listrik merujuk pada jumlah elektron yang mengalir melalui kabel pada suatu waktu tertentu. Fungsi Penampang Kabel dan Arus Listrik Penampang kabel dan arus listrik sangat penting dalam dunia listrik. Penampang kabel menentukan besarnya arus listrik yang dapat dilalui melalui kabel tanpa merusak kabel itu sendiri. Sedangkan arus listrik menunjukkan berapa banyak daya yang diterima oleh suatu perangkat listrik. Dengan mengetahui penampang kabel dan arus listrik yang tepat, kita dapat memastikan bahwa perangkat listrik berfungsi dengan baik dan aman. Cara Menghitung Penampang Kabel Untuk menghitung penampang kabel, kita perlu mengetahui berapa besar arus listrik yang akan mengalir melalui kabel itu. Kemudian, kita dapat menggunakan rumus I = A x S, di mana I adalah arus listrik, A adalah densitas arus yang biasanya disebut dengan ampacity, dan S adalah penampang kabel dalam satuan milimeter persegi mm2. Sebagai contoh, jika kita memiliki arus listrik sebesar 10 ampere dan ingin menghitung penampang kabel yang dibutuhkan, kita dapat menggunakan rumus tersebut. Jika densitas arus adalah 5 ampere per milimeter persegi dan kita ingin menggunakan kabel tembaga, maka penampang kabel yang dibutuhkan adalah S = I / A = 10 / 5 = 2 mm2 Tipe-tipe Kabel Listrik Ada beberapa tipe kabel listrik yang umum digunakan, yaitu Kabel listrik tegangan rendah Kabel listrik tegangan menengah Kabel listrik tegangan tinggi Kabel listrik tegangan rendah umumnya digunakan untuk instalasi yang memerlukan daya listrik yang rendah, seperti instalasi rumah tangga. Sementara itu, kabel listrik tegangan menengah digunakan untuk instalasi yang memerlukan daya listrik yang lebih besar, seperti instalasi gedung bertingkat atau pabrik. Kabel listrik tegangan tinggi digunakan untuk instalasi yang memerlukan daya listrik yang sangat besar, seperti pembangkit listrik atau jaringan transmisi listrik. Konduktivitas Kabel Listrik Konduktivitas kabel listrik adalah kemampuan kabel untuk menghantar listrik dengan efisien. Semakin tinggi konduktivitas kabel, semakin baik kemampuan kabel untuk menghantar listrik. Konduktivitas kabel dipengaruhi oleh bahan pembuat kabel, suhu lingkungan, dan arus listrik yang mengalir melalui kabel. Pemilihan Kabel Listrik yang Tepat Pemilihan kabel listrik yang tepat sangat penting untuk memastikan keamanan dan kinerja perangkat listrik. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam pemilihan kabel listrik adalah Panjang kabel yang dibutuhkan Arus listrik yang akan mengalir melalui kabel Tegangan listrik yang dibutuhkan Suhu lingkungan Lingkungan yang akan diinstalasi Biaya dan ketersediaan Perbedaan Kabel Tembaga dan Aluminium Kabel tembaga dan aluminium adalah dua bahan yang umum digunakan untuk membuat kabel listrik. Perbedaan utama antara kabel tembaga dan aluminium adalah konduktivitas listrik, berat, dan biaya. Kabel tembaga memiliki konduktivitas listrik yang lebih baik daripada aluminium, sehingga dapat menghantar arus listrik dengan lebih efisien. Sementara itu, aluminium lebih ringan dan lebih murah daripada tembaga. Namun, aluminium memiliki konduktivitas listrik yang lebih rendah, sehingga dapat menyebabkan penurunan daya listrik dan panas yang berlebihan jika digunakan untuk instalasi yang memerlukan daya listrik yang besar. Kesimpulan Penampang kabel dan arus listrik adalah konsep penting dalam dunia listrik. Dengan mengetahui penampang kabel dan arus listrik yang tepat, kita dapat memastikan bahwa perangkat listrik berfungsi dengan baik dan aman. Pemilihan kabel listrik yang tepat juga sangat penting untuk memastikan keamanan dan kinerja perangkat listrik. Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam pemilihan kabel listrik, seperti panjang kabel, arus listrik, tegangan listrik, suhu lingkungan, lingkungan instalasi, biaya, dan ketersediaan.
Posted Januari 13, 2011 in Iptek Luas penampang kabel untuk arus bolak-balik Line to netral/ 1 fasa A = l x I x Cos Ø / y x u Luas penampang kabel untuk arus bolak-balik Line to line/ 3 fasa A = √3 x l x I x Cos Ø / y x u dimana A = Luas penampang nominal penghantar yang diperlukan m2 I = Kuat arus dalam penghantar Ampere u = Rugi tegangan dalam penghantar Volt = u x V, dimana u = Persentase Drop Tegangan, Max 5 % contoh u = 5 % x 380 Volt = 19 Volt l = Jarak dari permulaan penghantar hingga ujung meter y = Daya hantar jenis bahan penghantar yang digunakan S/meter y cu = 56200000 S/meter y al = 33000000 S/meter
penampang kabel dan arus listrik